u3-media-sosial-bullying_169
Netizen Indonesia: Bermuka Dua,Dinilai Ramah Sebagai Warga Tetapi Bad Attitude Di Medsos.

Sebagai negara demokrasi, Masyarakat indonesia bebas menyampaikan pendapat, terutama di  media sosial. Namun, kebebasan tersebut sering tidak digunakan dengan bijak. Masih banyak orang yang menulis komentar kasar, saling menghina, bahkan melakukan Cyberbullying yang bisa menyakiti dan merugikan orang lain.

Berdasarkan penelitian Microsoft dalam 6 tahun terakhir, penggguna internet di Indonesia termasuk yang kurang ramah di Asia Tenggara dengan skor 76. Hal ini menunjukkan bahwa resiko terjadinya Cyberbullying di Indonesia cukup tinggi. Selain itu, di era digital sekarang hubungan sosial tidak hanya terjadi di dunia nyata tetapi juga di dunia digital. Orang yang aktif dan memiliki kemapuan teknologi biasanya lebih berpengaruh, sehingga etika dalam berinteraksi di internet sangat dibutukan.

Karena masih banyak pengguna yang belum memahami etika digital dengan baik, kita perlu mempelajari etika digital. Tujuannya agar kita bisa menggunakan internet dan teknologi, termasuk AI, dengan bjak, sopan, dan bertanggung jawab, sehingga tercipta lingkungan digital yang aman dan nyaman untuk semua orang.

Karena masih banyak netizen Indonesia yang belum terlalu peduli terhadap etika digital, yuk bahas sedikit agar lebih paham!

Apa sih Etika Penggunaan Internet itu?

Etika berinternet atau biasa disebut netiket adalah aturan saat kita berkomunikasi dan berinteraksi di internet. Aturan ini sebenarnya hampir sama seperti cara kita berbicara di dunia nyata. Netiket sangat penting untuk diterapkan di perguruan tinggi, karna sekarang mahasiswa sering menggunakan internet. Tetapi kenyataannya, masih banyak mahasiswa yang belum siap dan belum bisa berkomunikasi secara online dengan baik.

Dalam berinternet, tentu ada banyak hal yang bisa kita lakukan. Mulai dari sekedar mengirim pesan teks ke teman, melakukan video call, sampai mengunggah video ke media sosial. Semua itu bisa terjadi karna perkembangan teknologi semakin maju.

Namun, apakah kita benar benar bebas melakukan apa saja di internet? Apakah internet aman untuk membuka privasi kita? Jawabannya adalah tidak.

Etika Penggunaan Internet

Internet ibarat “Samudra data” yang sangat luas. Jika kita tidak berhati hati saat menjelajahinya, kita bisa saja terseret arus dan tenggelam di dalamnya. Oleh karena itu, sesuai dengan judul Artikel ini, maka akan dibahas 5 etika berinternet agar kamu bisa tetap aman dan nyaman saat menggunakannya. Oke? All right, kita mulai dari yang pertama ya!

  1. Jangan Menyakiti Orang Di Internet

Intenet jangan dipakai buat nyakitin orang lain. Hindari komentar yang menghina, nyindir, atau mengancam, karena bisa bikin orang lain sakit hati dan down. Biasakan komentar yang sopan dan saling menghargai

  1. Jaga Privasi Diri

Jangan asal membagikan data di media sosial, seperti nama ibu atau foto KTP. Ikut trend boleh saja, tapi harus tetap dipikirkan keamanannya supaya tidak merugikan diri sendiri.

  1. Jangan Ambil Data Orang Lain

Jangan pakai data, foto, atau identitas orang lain tanpa izin.menyalin tugas dari internet tanpa sumber juga termasuk plagiarisme dan bisa berdampak buruk.

  1. Jangan Menyalah Gunakan Kekuasaan

Jangan memanfaatkan “kekuasaan” atau  posisi kamu di internet, misalnya sebagai admin, untuk menjatuhkan atau merugikan orang lain.

  1. Bersikap Pemaaf

Beri kesempatan orang lain buat belajar dan memperbaiki kesalahannya, karna semua orang bisa salah, termasuk di dunia maya.

Dampak Positif dan Negatif Pengunaan Internet

Penggunaan etika dalam dunia digital adalah hal yang sangat positif namun, jika etika di internet tidak digunakan ataupun dilupakan maka akan sangat berdampak negatif kepada pengguna lain. Berikut beberapa dampak positif  dan negatif pengunaan internet:

Dampak positif etika penggunaan internet:

  1. Komunikasi menjadi aman dan nyaman
  2. Mencegah dan mengurangi cyberbullying
  3. Menjaga kerukunan dalam berinternet
  4. Ramah untuk semua kalangan usia
  5. Membuat orang menjadi lebih percaya diri

Kenapa ramah untuk semua kalangan usia? Karena banyak orang yang banyak bermain ataupun menggunakan internet dari semua kalangan usia. Dan kamu tahu ga kalau orang yang melakukan cybrebullying itu berarti menghiraukan etika dalam berinternet.

Dampak Negatif Etika Penggunaan Internet:

  1. Terjadinya cyberbullying
  2. Berkomentar dengan kata kasar
  3. Membuat korban tidak percaya diri
  4. Merugikan orang lain
  5. Membuat korban merasa harga dirinya rendah

Nah jadi kalian sudah tahu kan tentang dampak negatif dan positifnya, maka dari itu mari kita mencari solusi bagaimana caranya menjaga etika dalam Berinternet.

Cara Menjaga Etika Dalam Berinternet:

  1. Melaporkan pelanggaran etika, ketika kalian melihat ataupun kalian merasa terkena cyberbullying kalian bisa melaporkan kepada pihak yang berwenang ya.
  2. Meningkatkan literasi digital, kenapa harus meningkatkan literasi digital? Agar masyarakat bisa memahami pentingnya berkomunikasi secara etis.
  3. Menggunakan bahasa yang sopan dan tidak provokatif, kesantunan berbahasa dalam komunikasi digital yang harus dijaga.
  4. Menghormati privasi orang lain, jadi agar bisa menghormati privasi orang lain caranya adalah dengan tidak menyebarkan informasi pribadi tanpa izin atau menggunakan data seseorang untuk tujuan yang menjatuhkan.

Pada akhirnya, Internet adalah cerminan dari diri dan masyarakat kita. Kita, masyarakat secara umum, haruslah lebih sadar dalam aturan menggunakan media sosial. Walaupun orang lain tidak mengetahui identitas asli kita, alangkah baiknya kita tetap menjaga sopan santun dan tata karma yang selama ini menjadi nilai kebanggaan bangsa Indonesia. Kita tentunya tidak menginginkan jika netizen Indonesia terkenal di mata dunia bukan karena prestasi tetapi karena kata kata tidak sopan dan kelakuan bar-bar yang ditebarkan di dunia maya.

Pilihan ada di tangan kita.

Apakah kita akan membiarkan media sosial menjadi ruang yang dipenuhi kebencian dan informasi yang salah?  Ayo mulailah dengan diri sendiri, fikirkan sebelum memposting video, verifikasi sebelum membagikan, mengoreksi ketika ingin mengomentari postingan orang lain, dan berinteraksilah dengan kebaikan.

Masa depan etika berinternet tergantung pada cara penggunaan kalian, bijaklah dalam menggunakan media sosial demi diri kita sendiri dan demi orang lain agar lebih baik. Jadi gunakanlah media sosial sebaik dan sebijak mungkin, terlebih lagi dalam hal penyebaran informasi.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait